Perkembangan Teknologi Informasi Dan Telekomunikasi di Indonesia


Perkembangan TIK di Indonesia - Perkembangan era Globalisasi yang demikian pesat diiringi dengan perkembangan IPTEK di berbagai belahan dunia menyebabkan berbagi perkembangan Teknologi Informasi dan Telekumunikasi juga menjadi imbas yang sangat besar. Jangkauan dunia sekarang sudah dapat dikatakan sebagai dunia di dalam genggaman. Hal ini terjadi, karena individu tidak terlepas dari perannya sebagai Human Society yang melakukan interaksi tak terbatas dengan individu lainnya. 
Ini terbukti dengan jenis media komunikasi dan informasi yang sudah ada sekarang ini yang dapat dikatakan sebagai perkembangan teknologi modern dengan sistem yang canggih dan hal ini terjadi di tengah masyarakat kita belakangan ini.Kami disini lebih menyoroti masalah media informasi dan telekomunikasi di indonesia.

Definisi Teknologi Informasi

teknologi informasi merupakan suatu teknologi yang dimanfaatkan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai cara untuk membuat atau menghasilkan informasi yang berkualitas, sehingga nantinya menghasilkan
sebuah informasi yang relevan, strategis, akurat dan tepat waktu, untuk berbagai kepentingan seperti keperluan pribadi, perusahaan, dan pemerintahan.
Salah satu wujud perkembangan teknologi informasi sekarang ini adalah berkembangnya jaringan internet dimana jaringan ini bisa menghubungkan satu komputer ke komputer lainnya yang nantinya menghasilkan data yang relevan, cepat dan bebas dari intervensi pihak lainnya. 
Perkembangan teknologi informasi khususnya di Indonesia diperkirakan mulai sejak tahun 1994, dimana jauh sebelum itu misalnya sudah ada kamera, radio dan juga televisi.  Nah pada proses selanjutnya setelah itu baru dikenal adanya media internet sebagai media informasi, yang mana sebelumnya sudah ada media informasi berupa surat kabar dan radio serta televisi. Hal ini terjadi karena semakin berkembangnya Teknologi serta keberadan infrastruktur di negara kita, sehingga perkembangan teknologi di negara kita berbeda dengan di negara - negara maju lainnya. 
Baca Juga : Dampak Positif dan negatif perkembangan IPTEK di era Globalisasi

Jenis - jenis perkembangan teknologi informasi dan telekomunkasi di di Indonesia sejak dulu  hingga sekarang :

1. Teknologi komunikasi tradisional
Berbagai kegiatan komunikasi di Indonesia sejatinya dimulai sejak masa kerajaan. Hal ini terungkap melalui berbagai prasasti dan dokumen yang ditemukan oleh ahli sejarah. Media komunikasi yang digunakan pada masa kerajaan adalah batu, kayu, kulit kayu, bambu serta lontar. Macam-macam media komunikasi tersebut merupakan media komunikasi yang ditulis dengan menggunakan bahasa Sansekerta. 
2. Mesin cetak
Kurang lebih dua abad setelah mesin cetak ditemukan, tepatnya pada tahun 1688, pemerintah Hindia Belanda membawa masuk mesin cetak ke Indonesia. Tak lama setelah itu, terbitlah surat kabar tercetak pertama yang berisi berbagai ketentuan perjanjian antara pemerintah Hindia Belanda dengan Sultan Makassar. Penerbitan surat kabar pertama ini kemudian diikuti berbagai macam penerbitan lainnya seperti iklan yang umumnya ditujukan untuk membela atau membantu kepentingan pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia. Ini adalah cikal bakal sejarah media massa di Indonesia. 
3. Telegraf
Tahun 1855, tepatnya tanggal 23 Oktober, saluran telegraf di Indonesia mulai dibuka oleh pemerintah Hindia Belanda. Saat itu, saluran telegraf menghubungkan Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor). Kemudian layanan telegraf semakin berkembang yang ditandai dengan dimanfaatkannya telegraf oleh khalayak luas di 28 kantor telegraf yang ada saat itu. Telegraf mengalami perkembangan lebih lanjut dengan adanya kabel komunikasi bawah laut yang dapat membawa pesan yang menghubungkan Jakarta – Singapura dan diikuti dengan jalur Banyuwangi – Australia. 
4. Telepon
Setelah telegraf digunakan selama bertahun-tahun di Indonesia pada masa penjajahan Belanda, maka sejarah perkembangan telepon di Indonesia dimulai pada tanggal 16 Oktober 1882 jaringan telepon lokal pertama muncul di Indonesia yang menghubungkan wilayah Gambir dan Tanjung Priok dan secara cepat menyebar ke sebagian besar wilayah Indonesia. Dua tahun kemudian tepatnya tahun 1884, jaringan telepon lokal kemudian dibangun di Semarang dan Surabaya.
Untuk jaringan telepon interlokal, perusahan telekomunikasi yang bernama Intercommunal Telefoon Maatschappij mendapat izin dari pemerintah Hindia Belanda selama 25 tahun untuk membuka jaringan telepon yang menghubungkan Batavia – Semarang, Batavia – Surabaya, Batavia – Bogor, dan Bandung – Sukabumi.
Kemudian pada tahun 1906, Pemerintah Hindia Belanda mengambil alih dan mengelola semua jaringan telepon di Indonesia melalui sebuah badan yang telah dibentuk dan bernama Post Telegraaf en Telefoon Dienst.  Sejak saat itu, jasa telekomunikasi di Indonesia dikelola sepenuhnya oleh pemerintah.  Pada tahun 1920, telegram mulai dipopulerkan yang terdiri dari  berbagai kombinasi kode yang ditransmisikan melalui telegraf.
Pada kisaran tahun 1960an, Indonesia mengalami pembangunan jaringan telekomunikasi yang sangat pesat. Salah satu yang dibangun pada tahun 1967 adalah gelombang mikro lintas Sumatra – Indonesia Timur yang menghubungkan Jawa – Nusa Tenggara – Sulawesi – Kalimantan. Saat itu, jaringan telepon menggunakan sistem batere lokal dan kawat tunggal yang terpasang di atas permukaan tanah. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan sistem batere loka perlahan-lahan diganti dengan menggunakan kabel yang ditanam jauh di bawah permukaan tanah agar tidak mengalami gangguan. Kawat tunggal kemudian diganti dengan kawat ganda.
Setelah Satelit Palapa A1 diluncurkan pada tahun 1976, cakupan jaringan telepon di Indonesia semakin luas hingga mencapai luar negeri. Perumbuhan jaringan telepon semakin pesat serta canggih yang didukung oleh teknologi satelit. Hingga tahun 2015, jumlah pelanggan telepon di Indonesia yang menggunakan teknologi telekomunikasi dengan kabel mencapai 10.378.037 pengguna, dan teknologi telekomunikasi tanpa kabel mencapai  341.482.747 pengguna. 
5. Telepon genggam
Cikal bakal telepon genggam adalah pager yang muncul sebelum masa reformasi. Jumlah pelanggan pager pada saat itu mencapai 800.000 pengguna dan terus mengalami penurunan seiring dengan mulai berkembangnya teknologi telepon genggam. Teknologi telepon genggam berbasis NMT atau Nordic Mobile Telephone di Indonesia mulai berkembang pada tahun 1984. Tahun 1985, teknologi telepon genggam bergrak ke NMT modifikasi dengan sistem AMPS atau Advance Mobile Phone Sytem dan digunakan oleh beberapa operator di Indonesia seperti PT. Panca Sakti, PT Elektrindo Nusantara, PT Rajasa Hazanah Perkasa, dan PT. Centralindo Telekomindo .
Selanjutnya, pada tahun 1993 mulai dikembangkan industri GSM atau Global System for Mobile Communication di Indonesia dengan pilot project di pulau Batam dan Bintan. Decade ini ditandai dengan semakin banyaknya operator seluler di Indonesia seperti Satelindo, Telkomsel, dan PT Excelcomindo Pratama.
Layanan SMS atau short message service mulai marak di Indonesia pada tahun 2000an. Tiga tahun kemudian, teknologi CDMA mulai berkembang yang ditandai dengan kehadiran Flexi Telkom dan Esia. Kehadiran teknologi CDMA berdampak pada semakin meningkatnya jumlah pengguna telepon genggam di Indonesia karena handset dan tarif layanan yang murah. Perkembangan telepon genggam di Indonesia berlanjut dengan masuk Hutchinson (Tri atau 3) ke Indonesia pada tahun 200 dan Axis pada tahun 2008. Jumlah pengguna telepon genggam di Indonesia hingga tahun 2015 adalah sebesar 338.948.340 pengguna. 
6. Radio
Radio siaran yang pertama yang didirikan di Indonesia adalah Bataviase Radio Vereniging atau BRV pada tanggal 16 Juli 1925 dan merupakan cikal bakal sejarah radio di Indonesia. Kemudian disusul oleh berbagai stasiun radio swasta lainnya di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu stasiun radio terbesar saat itu yang mendapat subsidi dari pemerintah adalah NIROM atau  Nederlandsch Indische Radio Omroep Mij. Tanggal 11 September 1945, dibentuk Radio Republik Indonesia oleh para pimpinan radio yang tergabung dalam Perikatan Perkumpulan Radio Ketimuran (PPRK). Di Indonesia, keberadaan radio diatur oleh pemerintah melalui sebuah Direktorat Jenderal Radio, Televisi, dan Film.
Radio siaran swasta di Indonesia mulai berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru yang diatur dengan ketentuan peraturan pemerintah. Selanjutnya, radios siaran swasta membentuk organisasi tersendiri yang dinamakan PRSSNI atau Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia. Hingga tahun 2015, jumlah stasiun radio di Indonesia mencapai 674 stasiun. 
7. Televisi
Sejarah televisi di Indonesia diawali pada tahun 1962 yang ditandai dengan disiarkannya dua peristiwa besar yaitu Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1962 di Jakarta dan upacara Pembukaan Asian Games IV tanggal 24 Agustus 1962 di Jakarta oleh TVRI. Itulah awal mula TVRI mengudara dan setelah Satelit Palapa A1 diluncurkan pada tahun 1976, siaran TVRI dapat menjangkau wilayah Indonesia yang lebih luas dari sebelumnya. Seperti radio, keberadaan televisi diatur oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Radio, Televisi, dan Film.
Televisi swasta mulai berkembang di Indonesia pada akhir tahun 1980an yang ditandai dengan mengudaranya RCTI secara terbatas. Kini, jumlah stasiun televisi di seluruh Indonesia mencapai 523 stasiun televisi baik lokal maupun nasional (2015). 
8. Satelit Komunikasi
Satelit Palapa A1 adalah satelit komunikasi domestik pertama yang diluncurkan oleh Indonesia pada tahun 1976. Peluncuran satelit Palapa A1 milik Perumtel ini sekaligus menandakan Indonesia sebagai negara ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Kanada yang memiliki satelit komunikasi domestik. Hingga tahun 2017, Indonesia telah meluncurkan lebih dari 15 satelit komunikasi dan yang paling mutakhir adalah peluncuran satelit komunikasi Telkom-3S yang dilakukan pada tanggal 15 Fabruari lalu. 
9. Komputer
Komputer mulai digunakan di Indonesia pada kisaran tahun 1967. Saat itu, terjadi peningkatan permintaan pemasangan dan penggunaan perangkat computer oleh instansi pemerintah. Hal ini berujung pada dibentuknya Badan Koordinasi Otomatisasi Administrasi Negara atau BAKOTAN oleh Pemerintah pada yanggal 4 Juli 1969. Badan ini berperan sebagai konsultan bagi berbagai instansi yang akan membeli atau menyewa perangkat komputer. Masih sedikitnya ahli di bidang computer mendorong Universitas Indonesia memelopori berdirinya Pusat Ilmu Komputer sebagai tempat bagi para mahasiswa yang ingin belajar dan memahami ilmu komputer pada tahun 1972.
Perkembangan komputer di Indonesia terus berlanjut dengan adanya Konferensi Komputer Wilayah Asia Tenggara yang digelar pada tanggal 21-24 Oktober 1980. Selain konferensi, Indonesia juga menggelar pameran dalam rangka mengenalkan berbagai perangkat komputer yang dipasarkan di Indonesia.
Pada dekade 1980an, perkembangan komputer di Indonesia ditandai dengan kehadiran komputer mini. Komputer mini memiliki sistem operasi sendiri dan dianggap sebagai sebuah komputer yang memiliki tingkat kerumitan tersendiri. Dampaknya adalah computer mini dipandang tidak efektif dan tidak kompatibel dengan sistem operasi lain. Solusi dari permasalahan tersebut adalah munculnya sistem operasi baru yang diberi nama UNIX yaitu sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan berbagai jenis komputer. Pada tahun 1983, sistem operasi UNIX buatan Indonesia yang dinamakan Indonesian Gateway atau INDOGTW berhasil diciptakan oleh mahasiswa UI.
Pada dekade 1990an, berbagai sistem operasi baru mulai tumbuh di Indonesia. Saat itu, berbagai komputer dengan prosesor mikro x86 besutan Intel Corporation mulai memenuhi pasar dan yang paling popular adalah Pentium II. Komputer jenis ini banyak digunakan di sekolah, perkantoran, dan di rumah dan dipandang sebagai komputer yang sangat efisien dan efektif dalam membantu pekerjaan. Perlahan namun pasti, kehadiran computer jenis ini menggantikan peran mesin ketik yang terlebih dahulu ada. Pada dekade inilah internet mulai masuk ke Indonesia.
Selanjutnya pada decade 2000an, computer terus mengalami perkembangan termasuk di Indonesia. Yang popular pada dekade ini adalah computer generasi Pentium III yang ditandai dengan diterapkannya stand CPU, memory RAM jenis SDRAM berukuran  64MB hingga 256MB dan dengan kecepatan 800Mhz – 1300Mhz. Adapun sistem operasi yang paling popular di Indonesia adalah sistem operasi Windows 98. Pada masa ini juga muncul komputer Pentium IV dengan prosesor yang lebih canggih dibandingkan dengan Pentium III. Selain Intel, AMD adalah perusahaan yang juga mengeluarkan prosesor komputer yang juga banyak diminati di Indonesia. Hingga kini, teknologi komputer di dunia terus berkembang dan hal ini juga berdampak pada perkembangan computer di Indonesia. 
10. Internet
Cikal bakal perkembangan internet di Indonesia sejatinya  dimulai pada tahun 1984 dengan adanya kegiatan radio amatir di Amatir Radio Club ITB yang menggunakan pesawat radio pemancar Single Side Band atau SSB milik Harya Sudirapratama dan computer Apple II milik Onno W. Purbo. Di masa itulah mulai dibahas mengenai teknik membangun jaringan komputer dengan teknologi radio paket.
Perkembangan internet di Indonesia selanjutnya dimulai pada pertengahan 1990an oleh komunitas pengguna radio amatir yang disebut dengan PaguyubanNet atau Paguyuban Network. Komunitas tersebut terdiri dari M. Samsik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, Dan Onno W. Purbo
 Terkait dengan dunia Internet yang penerapannya sudah dilakukan di beragai bidang kehidupan, kini Internet sudah banyak diaplikasikan di dunia pndidikan. Salah satunya adalah e-book atau buku elektronik. e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional
Selain itu penerapan internet pada dunia pendidikan juga dikenal dengan e - learning. e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi.

Kesimpulan : demikian pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi dari masa ke masa menyebabkan anda mau tidak mau harus bisa mengikuti hal tersebut. Tetapi perlu diingat, ketika dunia menjadi dalam genggaman anda, disatu sisi handa harus bisa memilih dan memilah mana hal yang bersifat positif dan mana hal yang bersifat negatif, silahkan anda gunakan teknologi yang ada yang tanpa batas dengan bijak sesuai dengan aturan yang ada.

Referensi :
-Miarso, Yusufhadi, 2005, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Kencana, Jakarta
-Pakarkomunikasi.com 
-Wikipedia
bm

Hanya seorang manusia biasa yang ingin berbagi pengalaman dan mencoba hal - hal baru.

1 komentar:

silahkan berikan komentar anda dan saran terbaik untuk kemajuan blog ini.